KALAU TIDAK SALAH
Karya : Tohir
Kalau tidak salah ….
Bangsa ini terhimpun dari manusia-manusia yang tak tuli
Suara tangis anak bangsa…..
Suara tangis hingga parau
Meminta jangan perangi saudara sendiri
Suara tangis hingga serak habis
Meminta jangan tutupi mata nurani
Kalau tidak salah …..
Bangsa ini terbentuk dari kumpulan manusia yang tak buta mata
Tuk melihat sekitarnya
Melihat banjir darah tak bermuara
Dari tubuh yang seakan sudah tak berharga
Melihat ratap penderitaan teramat sangat
Hadiah pahit dari serakahnya makhluk perang
Kalau tidak salah……..
Bangsa ini lahir dan tumbuh atas kerjasama dari manusia-manusia
Yang tak bisu lidah, tuk’ bicara pada dunia……
Bicara jujur dengan halus bahasa, redamkan amarah
Bicara tulus dengan bersih hati, selesaikan masalah
Bicara lantang dengan kebesaran jiwa, suarakan pada Dunia
Bangsa kita beradab dan berwibawa
Kalau tidak salah ……..
Bangsa ini terproklamasikan dari manusia-manusia
Yang tak hilang hati dan rasa mencintai
Mencintai makhluk yang terkodrati bersama
Mencintai damai yang tertakdirkan untuk sesama
Mencintai hidup demi kehidupan
Kalau tidak salah ….
Bangsa ini adalah hasil penjelmaan dari manusia-manusia
Yang punya telinga, punya mata, punya lidah dan bibir
Serta punya hati dan rasa mencintai
Untuk mempertahankan, yang telah Tuhan persatukan
Kalau tidak salah ……!!!!
"Ya Allah, letakkanlah bumi dan seluruh isinya di tangan kami, bukan di hati kami..."
Saturday, September 18, 2010
Wednesday, September 15, 2010
Diamku fikir, Kalamku zikir....
Assalamualaikum, segala puja puji hanya bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, maha suci Allah yang menurunkan ketenangan dalam hati-hati orang beriman....
Alhamdulillah, kita semua telah selamat menjalani ibadah puasa Ramadhan, semoga Ramadhan bertandang lagi dalam hidup kita semua, insyaallah..... puasa pun sudah, raya pun sudah.... ha apa lagi yang belum??? huhu..
Ketahuilah wahai sahabat-sahabat, usia hidup kita ini merupakan modal terbaik yang dikurniakan Allah s.w.t, semalam yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi kepada kita, walau apa sekalipun yang kita lakukan, walau sebanyak mana sekalipun harta yang kita guna untuk menebusnya kembali, oleh itu marilah kita menghargai setiap saat usia kita, agar modal yang ada pada diri kita ini dapat kita dagangkan sebaik-baiknya moga keuntungannya dapat kita kecapi di negeri akhirat kelak, insyaallah.... kita tidak mempunyai semalam, kerana ia tak mungkin kembali pada kita, kita juga tak punya hari esok, kerana ia belum tentu ada buat kita, kita hanya ada hari ini.... oleh itu marilah kita menghargai hari ini....
Justeru bagaimana caranya untuk kita memanfaatkan setiap saat hidup kita? agar setiap hela nafas kita, setiap degup jantung kita, setiap denyutan nadi kita mendapat keredhaan Allah. "Diamku fikir, Kalamku zikir.." insyaallah ini adalah salah satu caranya. Bayangkan jika prinsip ini dapat kita aplikasikan dalam hidup kita, maka apakah mungkin hari-hari kita berlalu dengan sia-sia sahaja? sudah semestinya tidak.
Apabila kita diam, akal dan hati kita berfikir tentang kebesaran Allah, berfikir untuk merungkai masalah ummah, berfikir untuk memajukan masyarakat, dan berfikir untuk mendapatkan pahala dalam setiap gerak-geri amalan harian kita. Maka diam kita itu tidak akan menjadi sia-sia, bahkan setiap saat diam kita itu akan mendapatkan keredhaan Allah.... Ana tertarik dengan nasihat yang dikemukakan oleh Habiburrahman el-shirazi dalam novelnya "Ketika cinta bertasbih" melalui watak kiai Lutfi yang menasihati anakandanya Anna Althafunnisa " Anakku, alangkah indahnya jika apa saja yang kau temui, apa saja yang kau rasakan, suka, duka, nikmat, musibah, marah, lega, kecewa, bahagia, pokoknya apa sahaja anakku, bisa kau hubungkan dengan akhirat, dengan hari akhir. Dengan begitu hatimu akan sangat peka menerima cahaya hikmat dan hidayah..." bayangkan jika nasihat ini dapat kita amalkan, contohnya, apabila kita dimarahi seseorang, carilah sebab kenapa kita dimarahi, hayati perasaan kita sewaktu dimarahi itu. contohnya kita dimarahi oleh pensyarah kerana tidak menyiapkan tugasan yang diberi. Saat kita dimarahi itu pasti kita merasakan kesedihan, bercampur ketakutan dan juga penyesalan atas kesalahan kita. Lalu sewaktu kita dimarahi itu kita hayati perasaan itu dan hubungkannya dengan akhirat. Bagaimana rasanya jika yang murka itu adalah Allah kerana kita meninggalkan suruhannya dan melakukan larangannya? Bagaimana perasaan kita saat itu? Dan mampukah kita menanggungnya? Menanggung kemurkaan Allah yang semestinya berlipat kali ganda berbanding kemarahan manusia.
Alangkah baiknya jika kita dapat seperti itu. Setiap peristiwa yang berlaku dalam hidup kita dapat kita renungkan dan kaitkan dengan akhirat dan mendapatkan iktibar daripadanya.... semestinya setiap saat diam kita tidak berlalu dengan sia-sia.
Dan apabila kita berkata-kata, kata-kata itu tidaklah sesuatu yang sia-sia. Sebaliknya kata-kata kita itu merupakan suatu zikir yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Caranya? Ketahuilah setiap patah kata yang keluar dari lidah kita itu adalah dengan izin Allah. Kita sama sekali tidak mampu untuk mengeluarkan walau sepatah perkataan jika tidak diizinkan Allah. Justeru itu, adakah kita berani untuk menuturkan sesuatu yang tidak berfaedah bahkan yang boleh mendatangkan kemurkaan Allah yang mengizinkan kata-kata itu keluar dari bibir kita. Masyaallah, jika kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan kita sudah semestinya setiap patah kata kita merupakan zikir kita yang mengingatkan kita kepada Allah S.W.T...
Insyaallah marilah kita sama-sama mengamalkannya dalam hidup kita, semoga setiap saat hidup kita, setiap saat usia kita dapat menjadi saksi pengabdian diri kita kepada Allah S.W.T....
*Selamat berhari raya dan selamat bercuti.... jangan tidak lupa juga selamat mengulangkaji pelajaran!!!! Exam is just around the corner.... hehehehe
Alhamdulillah, kita semua telah selamat menjalani ibadah puasa Ramadhan, semoga Ramadhan bertandang lagi dalam hidup kita semua, insyaallah..... puasa pun sudah, raya pun sudah.... ha apa lagi yang belum??? huhu..
Ketahuilah wahai sahabat-sahabat, usia hidup kita ini merupakan modal terbaik yang dikurniakan Allah s.w.t, semalam yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi kepada kita, walau apa sekalipun yang kita lakukan, walau sebanyak mana sekalipun harta yang kita guna untuk menebusnya kembali, oleh itu marilah kita menghargai setiap saat usia kita, agar modal yang ada pada diri kita ini dapat kita dagangkan sebaik-baiknya moga keuntungannya dapat kita kecapi di negeri akhirat kelak, insyaallah.... kita tidak mempunyai semalam, kerana ia tak mungkin kembali pada kita, kita juga tak punya hari esok, kerana ia belum tentu ada buat kita, kita hanya ada hari ini.... oleh itu marilah kita menghargai hari ini....
Justeru bagaimana caranya untuk kita memanfaatkan setiap saat hidup kita? agar setiap hela nafas kita, setiap degup jantung kita, setiap denyutan nadi kita mendapat keredhaan Allah. "Diamku fikir, Kalamku zikir.." insyaallah ini adalah salah satu caranya. Bayangkan jika prinsip ini dapat kita aplikasikan dalam hidup kita, maka apakah mungkin hari-hari kita berlalu dengan sia-sia sahaja? sudah semestinya tidak.
Apabila kita diam, akal dan hati kita berfikir tentang kebesaran Allah, berfikir untuk merungkai masalah ummah, berfikir untuk memajukan masyarakat, dan berfikir untuk mendapatkan pahala dalam setiap gerak-geri amalan harian kita. Maka diam kita itu tidak akan menjadi sia-sia, bahkan setiap saat diam kita itu akan mendapatkan keredhaan Allah.... Ana tertarik dengan nasihat yang dikemukakan oleh Habiburrahman el-shirazi dalam novelnya "Ketika cinta bertasbih" melalui watak kiai Lutfi yang menasihati anakandanya Anna Althafunnisa " Anakku, alangkah indahnya jika apa saja yang kau temui, apa saja yang kau rasakan, suka, duka, nikmat, musibah, marah, lega, kecewa, bahagia, pokoknya apa sahaja anakku, bisa kau hubungkan dengan akhirat, dengan hari akhir. Dengan begitu hatimu akan sangat peka menerima cahaya hikmat dan hidayah..." bayangkan jika nasihat ini dapat kita amalkan, contohnya, apabila kita dimarahi seseorang, carilah sebab kenapa kita dimarahi, hayati perasaan kita sewaktu dimarahi itu. contohnya kita dimarahi oleh pensyarah kerana tidak menyiapkan tugasan yang diberi. Saat kita dimarahi itu pasti kita merasakan kesedihan, bercampur ketakutan dan juga penyesalan atas kesalahan kita. Lalu sewaktu kita dimarahi itu kita hayati perasaan itu dan hubungkannya dengan akhirat. Bagaimana rasanya jika yang murka itu adalah Allah kerana kita meninggalkan suruhannya dan melakukan larangannya? Bagaimana perasaan kita saat itu? Dan mampukah kita menanggungnya? Menanggung kemurkaan Allah yang semestinya berlipat kali ganda berbanding kemarahan manusia.
Alangkah baiknya jika kita dapat seperti itu. Setiap peristiwa yang berlaku dalam hidup kita dapat kita renungkan dan kaitkan dengan akhirat dan mendapatkan iktibar daripadanya.... semestinya setiap saat diam kita tidak berlalu dengan sia-sia.
Dan apabila kita berkata-kata, kata-kata itu tidaklah sesuatu yang sia-sia. Sebaliknya kata-kata kita itu merupakan suatu zikir yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Caranya? Ketahuilah setiap patah kata yang keluar dari lidah kita itu adalah dengan izin Allah. Kita sama sekali tidak mampu untuk mengeluarkan walau sepatah perkataan jika tidak diizinkan Allah. Justeru itu, adakah kita berani untuk menuturkan sesuatu yang tidak berfaedah bahkan yang boleh mendatangkan kemurkaan Allah yang mengizinkan kata-kata itu keluar dari bibir kita. Masyaallah, jika kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan kita sudah semestinya setiap patah kata kita merupakan zikir kita yang mengingatkan kita kepada Allah S.W.T...
Insyaallah marilah kita sama-sama mengamalkannya dalam hidup kita, semoga setiap saat hidup kita, setiap saat usia kita dapat menjadi saksi pengabdian diri kita kepada Allah S.W.T....
*Selamat berhari raya dan selamat bercuti.... jangan tidak lupa juga selamat mengulangkaji pelajaran!!!! Exam is just around the corner.... hehehehe
Wednesday, September 8, 2010
Ya Allah, letakkanlah dunia dan seluruh isinya di tangan kami, bukan di hati kami....
Dunia di tangan, Akhirat di hati.
Atas prinsip inilah yang menyebabkan para-para sahabat berjaya memacu kuda menguak debu dari benua afrika hingga ke negara china bagi menyebarkan risalah tauhid. Atas sebab ini jugalah dua per tiga dunia berada di bawah telapak kaki mereka. Namun apa yang ada di hati mereka? Akhirat.
Jika setiap seorang dari umat Islam tidak terkecuali walau seorang pun menghayati serta mangamalkan prinsip ini nescaya tidak akan wujudlah tanggapan bahawa Islam adalah agama jumud, kuno serta tidak relevan lagi hari ini. Jika prinsip ini diamalkan maka akan terkunci rapatlah mulut-mulut pengagung Islam liberal yang bertegas agama tidak lagi boleh dicampurkan dengan pemerintahan. Bahkan Islam akan menjadi agama yang paling terkedepan, paling maju dalam segenap aspek kehidupan. Kerana penganutnya dalam perjalanan menuju akhirat tangannya menggenggam dunia!
Cuba kita bayangkan jika semua penduduk di muka bumi ini hanya menumpukan soal ukhrawi semata-mata, apa yang akan terjadi kepada dunia ini? Tiada lagi siapa yang ingin mentadbir negara, tiada yang ingin menguruskan sistem perbankan, tiada lagi peniaga-peniaga barangan, tak siapa lagi peduli untuk menjadi doktor, jurutera, peguam dan sebagainya.... Maka apakah yang akan terjadi kepada dunia?
Dan sebaliknya jika semua penduduk di muka bumi ini tiada apapun di dalam hati mereka melainkan duniawi semata-mata. Apa pula yang akan terjadi? Masing-masing sibuk dengan urusan duniawi, mengumpul harta kekayaan siang dan malam. Akan bahagiakah mereka dengan harta benda tersebut dalam dunia yang singkat ini? Pernahkah mereka cukup dengan harta dan kekayaan itu? Apa pula yang berlaku kepada mereka yang tertewas dalam mengejar dunia itu. Mereka yang bankrup, mereka yang muflis, mereka yang ditimpa kecelakaan lainnya. Apakah hidup mereka masih bererti?
Oleh sebab itulah Islam menggariskan umatnya agar meletakkan dunia di tangan dan akhirat di hati. Kerana dunia dan akhirat itu saling berkaitan. Dunia jambatan ke akhirat. Bagaimana kita ingin sampai ke akhirat melainkan melalui jambatannya terlebih dahulu iaitu dunia. Dan bagaimana pula hidup pencinta dunia yang hidup di atas jambatan tanpa mempercayai jambatan itu ada penghujungnya?
Mereka yang hatinya pada akhirat, tidak akan pernah kecewa dengan banyak atau sedikitnya dunia yang berada di tangan mereka. Sebaliknya mereka dapat menjadikan dunia ini ladang untuk mereka bercucuck tanam sebagai bekal untuk dibawa ke akhirat. Mereka yang dunia ditangannya dan akhirat dihatinya tidak akan pernah jemu dengan dunia dan tidak pula terleka melupakan akhirat. Sebagai contohnya seorang peniaga yang amat sibuk setiap harinya tidak akan pernah jemu dengan pekerjaannya yang menyebabkannya tidak pernah berehat itu. Ini kerana dia yakin melalui perniagaanya itu dia dapat mendekatkan diri kepada Allah dan menyiapkan bekalan untuk akhirat kelak. Dia juga tidak akan berasa sombong dengan kekayaan yang dimilikinya kerana dia menyedari seluruh hartanya itu adalah mutlak milik Allah yang hanya dipinjamkan kepadanya. Dan sekiranya di gagal dalam perniagaanya itu dia tidak pula berasa kecewa dan putus asa kerana dia menyedari kegagalannya itu adalah takdir daripada Allah dan dia akan kembali berusaha membaiki kelemahannya untuk membangunkan semula perniagaannya sambil bertawakal kepada Allah. Hasilnya lahirlah umat yang dengan kejayaannya menyebabkan dia semakin hampir kepada Allah, dan dengan kegagalannya juga semakin menghampirkan dirinya kepada Allah.
Begitulah dahsyatnya mereka yang "Dunia di tangan, Akhirat di hati.."
Atas prinsip inilah yang menyebabkan para-para sahabat berjaya memacu kuda menguak debu dari benua afrika hingga ke negara china bagi menyebarkan risalah tauhid. Atas sebab ini jugalah dua per tiga dunia berada di bawah telapak kaki mereka. Namun apa yang ada di hati mereka? Akhirat.
Jika setiap seorang dari umat Islam tidak terkecuali walau seorang pun menghayati serta mangamalkan prinsip ini nescaya tidak akan wujudlah tanggapan bahawa Islam adalah agama jumud, kuno serta tidak relevan lagi hari ini. Jika prinsip ini diamalkan maka akan terkunci rapatlah mulut-mulut pengagung Islam liberal yang bertegas agama tidak lagi boleh dicampurkan dengan pemerintahan. Bahkan Islam akan menjadi agama yang paling terkedepan, paling maju dalam segenap aspek kehidupan. Kerana penganutnya dalam perjalanan menuju akhirat tangannya menggenggam dunia!
Cuba kita bayangkan jika semua penduduk di muka bumi ini hanya menumpukan soal ukhrawi semata-mata, apa yang akan terjadi kepada dunia ini? Tiada lagi siapa yang ingin mentadbir negara, tiada yang ingin menguruskan sistem perbankan, tiada lagi peniaga-peniaga barangan, tak siapa lagi peduli untuk menjadi doktor, jurutera, peguam dan sebagainya.... Maka apakah yang akan terjadi kepada dunia?
Dan sebaliknya jika semua penduduk di muka bumi ini tiada apapun di dalam hati mereka melainkan duniawi semata-mata. Apa pula yang akan terjadi? Masing-masing sibuk dengan urusan duniawi, mengumpul harta kekayaan siang dan malam. Akan bahagiakah mereka dengan harta benda tersebut dalam dunia yang singkat ini? Pernahkah mereka cukup dengan harta dan kekayaan itu? Apa pula yang berlaku kepada mereka yang tertewas dalam mengejar dunia itu. Mereka yang bankrup, mereka yang muflis, mereka yang ditimpa kecelakaan lainnya. Apakah hidup mereka masih bererti?
Oleh sebab itulah Islam menggariskan umatnya agar meletakkan dunia di tangan dan akhirat di hati. Kerana dunia dan akhirat itu saling berkaitan. Dunia jambatan ke akhirat. Bagaimana kita ingin sampai ke akhirat melainkan melalui jambatannya terlebih dahulu iaitu dunia. Dan bagaimana pula hidup pencinta dunia yang hidup di atas jambatan tanpa mempercayai jambatan itu ada penghujungnya?
Mereka yang hatinya pada akhirat, tidak akan pernah kecewa dengan banyak atau sedikitnya dunia yang berada di tangan mereka. Sebaliknya mereka dapat menjadikan dunia ini ladang untuk mereka bercucuck tanam sebagai bekal untuk dibawa ke akhirat. Mereka yang dunia ditangannya dan akhirat dihatinya tidak akan pernah jemu dengan dunia dan tidak pula terleka melupakan akhirat. Sebagai contohnya seorang peniaga yang amat sibuk setiap harinya tidak akan pernah jemu dengan pekerjaannya yang menyebabkannya tidak pernah berehat itu. Ini kerana dia yakin melalui perniagaanya itu dia dapat mendekatkan diri kepada Allah dan menyiapkan bekalan untuk akhirat kelak. Dia juga tidak akan berasa sombong dengan kekayaan yang dimilikinya kerana dia menyedari seluruh hartanya itu adalah mutlak milik Allah yang hanya dipinjamkan kepadanya. Dan sekiranya di gagal dalam perniagaanya itu dia tidak pula berasa kecewa dan putus asa kerana dia menyedari kegagalannya itu adalah takdir daripada Allah dan dia akan kembali berusaha membaiki kelemahannya untuk membangunkan semula perniagaannya sambil bertawakal kepada Allah. Hasilnya lahirlah umat yang dengan kejayaannya menyebabkan dia semakin hampir kepada Allah, dan dengan kegagalannya juga semakin menghampirkan dirinya kepada Allah.
Begitulah dahsyatnya mereka yang "Dunia di tangan, Akhirat di hati.."
Kekasih yang dulu datang......
Kekasih yang dulu datang... kini ia telah kembali pulang....
Sedar tak sedar Ramadhan telah hampir meninggalkan kita.(mungkin sewaktu antum membaca ini Ramadhan telah pun meninggalkan kita)
Terasa masih baru lagi angin Ramadhan menyapa mesra ke pipi kita, memain-mainkan hujung rambut kita. Juga terasa baru lagi Majmuah 4 mengadakan liqa' "tergempar" membincangkan tarikh untuk pulang ke kampung halaman(hehehe). Kini angin Ramadhan itu sudah hampir bertiup pergi dari kita... masa terasa begitu pantas berlalu tanpa memberi sedikit kesempatan pun kepada kita untuk mengejarnya. Kita menyambut Ramadhan di dalam kemuncak kesibukan kita menyiapkan assignment dan tugas-tugas lain yang menuntut pengorbanan yang besar dari kita. Dalam situasi sebegitu cuba kita muhasabah kembali apakah kita adil dalam membahagikan masa kita? Apakah Ramadhan mendapat hak yang sepatutnya? Jika tidak marilah kita bersama-sama memperbaikinya agar Ramadhan tahun ini sekurang-kurangnya menjadikan kita lebih baik walaupun 0.00001% daripada sebelum ini.
Jika seseorang itu diberikan peluang untuk ber"dating" dengan kekasihnya selama sebulan, apakah yang akan dilakukan oleh orang itu? Dan jika tempoh pertemuannya dengan kekasihnya itu telah hampir langsai apakah tindakannya?
Begitulah halnya dengan Ramadhan. Ramadhan ialah bulan khas yang diperuntukkan oleh Allah untuk kita beribadat kepada-Nya dan waktu itu sudah hampir tamat. Semestinya kita menumpukan seluruh jiwa raga kita untuk memperbanyakkan amal soleh agar kita beroleh natijah dari Ramadhan iaitu "Takwa". Insyaallah.....
Akhir kata, semoga pesantren Ramadhan tahun ini telah menjadikan kita lebih baik daripada sebelumnya dan pesantren Ramadhan tahun hadapan lebih baik dari tahun ini.. Insyaallah...
"Selamat pulang Ramadhan.... semoga kau dapat singgah lagi di rumahku ini tahun hadapan... dan semoga aku masih ada lagi di rumah ini untuk menyambutmu tahun hadapan..."
Sedar tak sedar Ramadhan telah hampir meninggalkan kita.(mungkin sewaktu antum membaca ini Ramadhan telah pun meninggalkan kita)
Terasa masih baru lagi angin Ramadhan menyapa mesra ke pipi kita, memain-mainkan hujung rambut kita. Juga terasa baru lagi Majmuah 4 mengadakan liqa' "tergempar" membincangkan tarikh untuk pulang ke kampung halaman(hehehe). Kini angin Ramadhan itu sudah hampir bertiup pergi dari kita... masa terasa begitu pantas berlalu tanpa memberi sedikit kesempatan pun kepada kita untuk mengejarnya. Kita menyambut Ramadhan di dalam kemuncak kesibukan kita menyiapkan assignment dan tugas-tugas lain yang menuntut pengorbanan yang besar dari kita. Dalam situasi sebegitu cuba kita muhasabah kembali apakah kita adil dalam membahagikan masa kita? Apakah Ramadhan mendapat hak yang sepatutnya? Jika tidak marilah kita bersama-sama memperbaikinya agar Ramadhan tahun ini sekurang-kurangnya menjadikan kita lebih baik walaupun 0.00001% daripada sebelum ini.
Jika seseorang itu diberikan peluang untuk ber"dating" dengan kekasihnya selama sebulan, apakah yang akan dilakukan oleh orang itu? Dan jika tempoh pertemuannya dengan kekasihnya itu telah hampir langsai apakah tindakannya?
Begitulah halnya dengan Ramadhan. Ramadhan ialah bulan khas yang diperuntukkan oleh Allah untuk kita beribadat kepada-Nya dan waktu itu sudah hampir tamat. Semestinya kita menumpukan seluruh jiwa raga kita untuk memperbanyakkan amal soleh agar kita beroleh natijah dari Ramadhan iaitu "Takwa". Insyaallah.....
Akhir kata, semoga pesantren Ramadhan tahun ini telah menjadikan kita lebih baik daripada sebelumnya dan pesantren Ramadhan tahun hadapan lebih baik dari tahun ini.. Insyaallah...
"Selamat pulang Ramadhan.... semoga kau dapat singgah lagi di rumahku ini tahun hadapan... dan semoga aku masih ada lagi di rumah ini untuk menyambutmu tahun hadapan..."
Tuesday, September 7, 2010
SALAM LEBARAN TOK SUME!!!
كل عام وانتم بخير
Ucapan yang tak asing lagi di HARI RAYA..">Ku dedikasikan ucapan dan doa ini untuk semua sahabat2 dari MAJMUAH 4 ..Moga2 kalian berada di bawah naungan rahmat-NYA selalu..
Ramadhan telah meninggalkan kita ..apakah kita terfikir..itu mungkin ramadhan yang terakhir..adakah ibadat di bulan RAMADHAN yang telah kita lalui diterima-Nya???">Namun AIDILFITRI yang menjelma ini..kita jadikan sebagai hari tok kita menjalinkan kembali hubungan silaturraahim sesama kita..
Mohon ampun dan maaf dizahirkan di sini..buat sume sahabat majmuah 4 andai bicaraku..tingkah lakuku..perbuatanku..mengguris kalbu kalian ..mengusik perasaan kalian.. Moga AIDILFITRI pada kali ini bakal memberikan erti yang bermakna buat kita semua dan jangan main mercun !!!..bunga api tak pe..nnti cacat baru nak taw..
&
JANGAN LUPA!!!
EXAM!!! Just around the corner..Baca buku sama..STUDY!!!
JANGAN RAYA SAKAN SANGAT !!!
K..TAKE CARE SUME ..
Sedikit selingan ..memori RAMADHAN.. WAKTU MOREH !!! bersama Along ,Angah,K/yang,Acik & Adik.
Ucapan yang tak asing lagi di HARI RAYA..">Ku dedikasikan ucapan dan doa ini untuk semua sahabat2 dari MAJMUAH 4 ..Moga2 kalian berada di bawah naungan rahmat-NYA selalu..
Ramadhan telah meninggalkan kita ..apakah kita terfikir..itu mungkin ramadhan yang terakhir..adakah ibadat di bulan RAMADHAN yang telah kita lalui diterima-Nya???">Namun AIDILFITRI yang menjelma ini..kita jadikan sebagai hari tok kita menjalinkan kembali hubungan silaturraahim sesama kita..
Mohon ampun dan maaf dizahirkan di sini..buat sume sahabat majmuah 4 andai bicaraku..tingkah lakuku..perbuatanku..mengguris kalbu kalian ..mengusik perasaan kalian.. Moga AIDILFITRI pada kali ini bakal memberikan erti yang bermakna buat kita semua dan jangan main mercun !!!..bunga api tak pe..nnti cacat baru nak taw..
&
JANGAN LUPA!!!
EXAM!!! Just around the corner..Baca buku sama..STUDY!!!
JANGAN RAYA SAKAN SANGAT !!!
K..TAKE CARE SUME ..
Sedikit selingan ..memori RAMADHAN.. WAKTU MOREH !!! bersama Along ,Angah,K/yang,Acik & Adik.
![]() | ||
| RFC...nk abes dah |
![]() | ||||
| semangatnya Makan.. |
![]() |
| "Opps..jgn mintak.." |
![]() | |
| Aksi kakak n adik . |
Sunday, September 5, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)




